THE SUMMERIANS
Bangsa Summerians mengembangkan cuneiform dan bangsa mesir mengembangkan Hieroglyphic. Cuneiform ini merupakan tulisan paling tua dalam sejarah kehidupan umat manusia dan tidak dapat diartikan sampai abad ke – 19. Pertama kali ditemukan di Uruk, bentuknya seperti gambar yang melambangkan kata – kata dibuat dengan jarum dalam wadah yang terisi tanah liat basah. Bentuk yang ditemukan di Uruk inilah yang dikembangkan menjadi bentuk baru yang dinamkakan Cuneiform.
Cuneiform digunakan pada suku – suku kata yang tidak biasa untuk menyembunyikan rumusannya. Pictograms atau lukisan yang melambangkan hal yang sebenarnya, merupakan dasar untuk Cuneiform. Awalnya pictogram menyerupai benda yang mereka wakili, tetapi dengan penggunaan yang berulang akhirnya mereka dibuat dengan lebih sederhana, bahkan cenderung abstrak. Peristiwa inilah yang mengawali Cuneiform, dan bisa menyampaikan bunyi atau konsep abstrak.
LEON ALBERTI (1466 M)
Tahun 1460, Leon Battista Alberti (1404 – 1472), yang lebih dikenal sebagai arsitek Renaissans, menemukan sebuah alat yang berdasarkan pirinan yang konsentris substitusinya adalah pergeseran relative dua alphabet yang ditentukan oleh rotasi relative pada dua piringan.
TATTOO
Dalam “History of Herodotus” pada abad VI SM. Histiaeus menyampaikan berita dari istana Persia kepada menantunya Aristagoras di Melitus dengan cara menggundul kepala budah yang setia, lalu berita ditulis (tattoo) diatas kulit kepala budak tersebut dan mengirim budak tersebut ke tempat tujuan setelah rambutnya cukup panjang menutupi tulisan. Si penerima berita menggundul budak itu untuk membacanya.
CARDAN GRILLE (1500 M)
Pada tahun 1550 Girolamo Cardano (1501 – 1576) mengusulkan sebuah grid sederhana untuk menulis pesan tersembunyi. Dia ingin menyelubungi pesannya dalam surat biasa sehingga isi keseluruhannya sama sekali tidak terlihat seperti sandi. Grille biasanya terbuat dari sebuah kartu yang berlubang dengan lubang ditempat yang acak. Seseorang mengambil kartu dan menaruhnya diatas halaman teks yang mengandung pesan tersembunyi, hanya membaca huruf – huruf yang terlihat melalui lubang grille.
SKYTALE GREEK ( 486 B. C.)
Dalam kriptografi, Skytale adalah sebuah alat yang digunakan untuk menampilkan sandi transposisi. Bangsa Yunani Kuno dan Sparta menggunakan sandi ini untuk berkomunikasi selama berkampanye militer. Alat tersebu digunakan untuk komunikasi antara komandan militer. Alat ini terdiri dari sebuah tongkat yang pada sekelilingnya dililitkan dengan sehelai gulungan perkamen atau kulit yang berisi pesan. Kata – kata pesan tersebut dituliskan sepanjang tongkat dengan satu huruf pada tiap bidang putaran. Saat gylungan tersebut dibuka, huruf – huruf pada pesan terlihat acak dan perkamennya dikirimkan. Penerima melilitkan perkamen pada tongkat lain dengan bentuk yang sama dan pesan aslinya tampil kembali.
TAS KODE
Tas ini digunakan oleh Rombongan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1949 yang digunakan untuk komunikasi antara pemimpin PDRI di Sumatera. Tas ini pernah ditinggal di dahan pohon saat beristirahat dan diambil kembali oleh seorang Sandiman rombongan PDRI, Bapak Umar Said Noor dengan mengulang perjalanan pada hari menjelang gelap.
BUKU KODE
Dikenal sebagai Buku Code C, berisi 10.000 (sepuluh ribu) kata termasuk tanda baca, awalan dan akhiran, penamaan serta bentuk lain yang dijumpai dalamteks berita, disusun oleh dr. Roebiono Kertopati pada tahun 1946 dengan bantuan beberapa tenaga awam sandi. Buku sistem ini digunakan dalam hubungan komunikasi rahasia antara pemerintah RI di Yogyakarta dan pemimpin nasional di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Jakarta.
REPLIKA RUMAH SANDI
Rumah Sandi ini mengisahkan sejarah perjuangan para pejuang RI yang bertugas di Dinas Kode, khususnya saat terjadi Perang Kemerdekaan RI, pada Agresi Militer Belanda II. Tanggal 19 Desember 1948 terjadi serangan militer Belanda ke Yogyakarta dini hari (Agresi Militer Belanda II). Agresi Militer Belanda tersebut membuat situasi pemerintah di Yogyakarta menjadi tidak stabil, termasuk kegiatan hubungan code (komunikasi sandi) yang waktu itu berkantor di Jalan Batanawarsa 32 (sekarang Jl. I Dewa Nyoman Oka) Yogyakarta. Beberapa pejuang yang bertugas di Dinas Kode yang bertahan di Yogyakarta bergabung dengan salah satu kesatuan yang mempunyai hubungan Code atau yang mempunyai pemancar radio. Ini dimaksudkan agar peta pejuang itu masih bisa melakukan komunikasi atau hubungan Code dengan rekan lainnya.
Salah satu lokasi yang ditempati para pejuang tersebut adalah Dekso, sebuah desa kecil di tepi barat Kali Progo, di kaki Pegunungan Menoreh, tepatnya di Dusun Dukuh, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, dirumah Bapak Ponijan (Mertosetomo).
Rumah ini untuk kemudian dikenal dengan sebutan Rumah Sandi. Rumah ini digunakan oleh Letnan Satu Sumarkidjo, Code Officer, dan tentara untuk melakukan kegiatan penyandian. Jika saja Rumah Sandi ini diketahui oleh pihak Belanda maka segalanya akan menjadi kacau. Kemerdekaan yang sudah diraih bangsa Indonesia, mungkin saja hilang dan bangsa Indonesia dijajah kembali.
SEPEDA ONTHEL
Replica onthel ini digunakan oleh kurir pada tahun 1946 untuk mengantar surat – surat rahasia dari Dinas Kode kepada semua alamat di wilayah setempat (Sekitar Yogyakarta).
MEJA – KURSI KASA
Pada saat Agresi Belanda II ke daerah Yogyakarta tahun 1948, petugas sandi bergerilya dan masuk ke Dusun Dukuh untuk tetap dapat menjalankan tugas persandian. Meja dan kursi (asli) ini adalah satu satunya sarana kerja sandi yang berada di salah satu rumah penduduk Dusun Dukuh, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.
RADIO KOMUNIKASI (Masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Sumatera)
Replica dari salah satu bagian radio komunikasi jenis The Wireless Set No. 19 MK III yang digunakan pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera. Radio ini bergerak mobile mengikuti rombongan Kabinet Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Mr. syafruddin Prawiranegara selama bergerilya di hutan – hutan di daerah Sumatera dari tanggai 21 Desember 1948 – Juni 1949.
Radio ini turut berjasa dalam menyebarkan berita ke dunia inernasional tentang Pemerintah Indonesia yang masih tegak dan berdaulat melalui Pemerintah Darurat Republik Indonesia pasca tertawannya Presiden dan Wakil Presiden RI Soekarno – Moh. Hatta di Yogyakarta.
REPLIKA STASIUN RADIO (Angkatan Udara Republik Indonesia)
Merupakan stasiun radio milik Angkatan Udara Republik Indonesia yang bertempat di Nagari Bidar Alam Kabupaten Solok yang digunakan untuk menerima perintah pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Bukit Tinggi Sumatera Barat pada tahun 1949.
MESIN SANDI SR – 64/A
Mesin sandi ini merupakan pengembangan dari mesin sandi SR – 64 yang diciptakan th 1943, namun dengan tambahan removable plug. Mesin ini bekerja dengan sistem One Time Pad. Angka 64 diambil dari tahun pembuatan prototype mesin ini. Pada tahun 1965 mesin sandi ini diuji cobakan pada konferensi Non Blok di Kota Alger, Aljazair. Sampai tahun 1968 telah dapat dibuat sebanyak 49 mesin.
MESIN SANDI SR 70 B
Mesin sandi yang dibuat pada tahun 1972 ini merupakan npengembangan terakhir dari mesin sandi SR sebelum beralih ke mesin sandi tipe SR E. mesin sandi ini telah diuji cobakan pada beberapa perwakilan RI diluar negeri dengan hasil yang cukup memuaskan namun terkendala di masalah kecepatan penyandian, sampai th 1975 mesin ini telah berhasil dibuat sebanyak 75 buah.
BRANKAS SISTEM SANDI
Brankas ini merupakan replica brankas yang digunakan oleh Dinas Kode untuk menyimpan sistem sandi yang digunakan dalam pengiriman berita rahasia
.
MESIN SANDI SRE VI
Mesin sandi ini dibuat pada tahun 1983 dalam bentuk portable dengan tambahan memorio 4KB, dengan total memori 8KB dan menggunakan printer CGP, atau dapat juga dengan printer Micro – Line 82 serta puncher atau reader.
MESIN SANDI SRE KG
Mesin sandi buatan Indonesia tahun 1985 ini bertipe semi elektronik walaupun masih menggunakan teknik analog dengan komponen sederhana. Mesin sandi ini telah dilengkapi key generator untuk membantu proses penyandiannya . Mesin sandi ini telah dilengkapi dengan puncher, reader, dan CGP (printer). Mesin sandi SRE – KG sampai dengan tahun1986 dapat dibuat sebanyak 19 buah. Pada th 1987 diuji coba di lapangan di Kamar Sandi Angkatan Darat dan Pemda TK I.
MESIN SANDI SN 011
SN 011 merupakan mesin sandi buatan anak bangsa Indonesia akhir th 1990 – an ini merupakan mesin yang berbasis suara berbentuk telepon yang dilengkapi modul penyandi sehingga dapat berfungsi sebagai telepon bersandi.
PAKAIAN HARIAN MAHASISWA (PHM Pria)
Pakaian yang digunakan oleh Mahasiswa AKSARA maupun STSN dalam kegiatan keseharian baik kegiatan perkuliahan maupun kegiatan pengasuhan. Pakaian berwarna abu abu ini digunakan oleh Mahasiswa Pria dari seluruh tingkat (I, II. III. Dan IV) dalam melaksanakan kegiatan sehari hari.
Sama hal nya dengan PUM I, perbedaannya terlihat pada Evolet yang digunakan, yaitu :
- Mahasiswa Tingkat I menggunakan Evolet berwarna Hijau
- Mahasiswa Tingkat II menggunakan Evolet berwarna Kuning
- Mahasiswa Tingkat III menggunakan Evolet berwarna Merah
- Mahasiswa Tingkat IV menggunakan Evolet berwarna Biru
PAKAIAN HARIAN MAHASISWA (PHM Wanita)
Pakaian yang digunakan oleh Mahasiswi AKSARA maupun STSN dalam kegiatan keseharian baik kegiatan perkuliahan maupun kegiatan pengasuhan. Pakaian berwarna abu abu ini digunakan oleh Mahasiswi Wanita dari seluruh tingkat (I, II. III. Dan IV) dalam melaksanakan kegiatan sehari hari.
Sama hal nya dengan PUM I, perbedaannya terlihat pada Evolet yang digunakan, yaitu :
- Mahasiswi Tingkat I menggunakan Evolet berwarna Hijau
- Mahasiswi Tingkat II menggunakan Evolet berwarna Kuning
- Mahasiswi Tingkat III menggunakan Evolet berwarna Merah
- Mahasiswi Tingkat IV menggunakan Evolet berwarna Biru
Dalam penggunaannya, Mahasiswi yang telah menggunakan jilbab akan memakai pakaian PHM yang didesain menggunakan jilbab, sedangkan Mahasiswi yang tidak menggunakan jilbab akan menggunakan pakaian PHM yang didesain tanbpa menggunakan jilbab.
SEJARAH AKADEMI SANDI NEGARA (AKSARA) & SEKOLAH TINGGI SANDI NEGARA (STSN)
Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) adalah Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang didirikan berdasarkan surat Mendiknas Nomor 19/MPN/2002 tanggal 17 Januari 2002 dan diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 th 2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara.
STSN merupakan peningkatan status dari Akademi Sandi Negara (AKSARA) yang menjalankan program Diploma III selanjutnya menjadi STSN yang menjalankan program Diploma IV. AKSARA adalah perguruan timggi kedinasan dibawah pembinaan Lembaga Sandi Negara dan Dirjen Dikti Depdiknas. AKSARA menyelenggarakan program pendidikan ahli madya sandi dan didirikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Lembaga Sandi Negara No. 078.11.4.74 tanggal 16 Februari 1974 dan kemudian dikuatkan dengan pengakuan Depdikbud melalui Surat Keputusan (SK) Mendikbud No. 0135/U/1978 tanggal 1 Juli 1975.
AKSARA maupun STSN merupakan salah satu lembaga atau institusi pendidikan yang mendukung terselenggaranya pertahanan Negara melalui penyediaan sumber daya manusia terdidik yang memiliki kompetensi khusus dibidang pengamanan informasi, khususnya persandian. Melalui kompetensi tersebut lulusan AKSARA maupun STSN mampu mengamankan informasi yang sifatnya strategis dan rahasia yang menjadi asset Negara. Dengan bermoralkan kesadaran akan pengamanan, mahasiswa dan / lulusan AKSARA maupun STSN memiliki dedikasi, loyalitas dan integritas tinggi yang dilengkapi dengan kemampuan dibidang keamanan informasi dan sandi.
PAKAIAN UPACARA MAHASISWI (PUM Wanita)
Pakaian yang digunakan oleh Mahasiswa AKSARA maupun STSN dalam memperingati acara – acara ceremonial baik berupa upacara ataupun tradisi yang berlaku di AKSARA maupun STSN.
Pakaian ini digunakan oleh Mahasiswa Wanita dari seluruh tingkat (I, II, III, IV) dalam memperingati acara – acara ceremonial.
Perbedaannya terlihat pada Evolet yang digunakan, yaitu :
- Mahasiswi Tingkat I menggunakan Evolet berwarna Hijau
- Mahasiswi Tingkat II menggunakan Evolet berwarna Kuning
- Mahasiswi Tingkat III menggunakan Evolet berwarna Merah
- Mahasiswi Tingkat IV menggunakan Evolet berwarna Biru
Dalam penggunaannya, Mahasiswi yang telah menggunakan jilbab akan memakai pakaian PUM yang didesain menggunakan jilbab, sedangkan Mahasiswi yang tidak menggunakan jilbab akan menggunakan pakaian PUM yang didesain tanbpa menggunakan jilbab.
PAKAIAN UPACARA MAHASISWA (PUM Pria)
Pakaian yang digunakan oleh Mahasiswa AKSARA maupun STSN dalam memperingati acara – acara ceremonial baik berupa upacara ataupun tradisi yang berlaku di AKSARA maupun STSN.
Pakaian ini digunakan oleh Mahasiswa Pria dari seluruh tingkat (I, II, III, IV) dalam memperingati acara – acara ceremonial.
Perbedaannya terlihat pada Evolet yang digunakan, yaitu :
- Mahasiswa Tingkat I menggunakan Evolet berwarna Hijau
- Mahasiswa Tingkat II menggunakan Evolet berwarna Kuning
- Mahasiswa Tingkat III menggunakan Evolet berwarna Merah
- Mahasiswa Tingkat IV menggunakan Evolet berwarna Biru
KAMERA ROLLEI A110
Kamera milik dr. Roebiono Kertopati yang dibuat di Braunschweig, ini diklam kamera saku terkecil didunia pada tahun 1974. Dr. Roebiono Kertopati memanfaatkan ukuran kamera yang kecil untuk memfoto dokumen dokumen penting ketika berdinas didalam maupun diluar negeri.
KAMERA MEOPTA MICROMA
Kamera pribadi milik dr, Roebiono Kertopati dibuat di Kota Prerov, Cekosovakia tahun 1950 an, menggunakan lensa Meopta Mirror 20mm/ 3.5 triplet. Menurut beberapa sumber kamera Meopta Microma banyak digunakan untuk spiones karena ukurannya yang kecil.
KAMERA KODAK RETINA IIIC
Kamera pribadi milik dr. Roebiono Kertopati merk Kodak Retina IIIC buatan Stuttgart, German tahun 1958 dengan kemampuan 50mm F/2 Schneider Kreuznach Retina Xenarc. Salah satu kamera kesayangan dr. Roebiono Kertopati yang digunakan untuk menyalurkan hobi fotografi beliau di th 50 an
- Jam Tangan PULSAR P3

Jam tangan milik Bapak Roebiono Kertopati merk Pulsar P3 merupakan jam dengan teknologi LED pertama di dunia yang dipasarkan tahun 1973 oelh Hamilton Watch Company. Jam berlapis emas 14 karat ini digunakan Bapak Roebiono Kertopati hingga tahun 1984.
Bahan : Logam, Kaca, LED, Emas
Panjang : 7 cm
Lebar : 4 cm
Tinggi : 5 cm
- AZIMAT
Menurut kesaksian dari Bapak Umar Said Noor, pada masa Agresi Militer II Belanda sebagian besar pejuang kemerdekaan Indonesia memiliki suatu benda yang dijadikan jimat dan diyakini dapat membantu dalam situasi perang. Hal ini membuat pihak Belanda gencar melakukan razia azimat pada masyarakat.

- PISAU PEMBUKA PESAN RAHASIA
Pisau milik mantan Kepala Lembaga Sandi Negara Laksamana Muda TNI (purn) Soebardo buatan Spanyol. Digunakan untuk membuka pesan rahasia dari pemerintah.
Bahan : Logam, Batu, Kulit
Panjang : 29 cm
Lebar : 5 cm
Tinggi : 1 cm

- MESIN SANDI KLB – 7 / T SEC
Dimensi
Panjang : 30,4 cm
Lebar : 30,4 cm
Tinggi : 16,1 cm
Berat
10 kg
Deskripsi
Dikenal sebagai AFSAM – 7, buatan National Security Agency pada tahun 1940, digunakan mulai 1952, ada dua varian, ADONIS & POLLUX. ADONIS digunakan Amerika Serikat saja, didesain memiliki kekuatan ekripsi lebih kuat dari POLLUX yang diekspor. Amerika dan sekutunya menggunakan sampai 2983 karena informasi teknis dan daftar kuncinya dibocorkan John Anthony Walker, perwira angkatan laut Amerika pada pihak Soviet pada tahun 1967. Indonesia memiliki tautan sejarah pada mesin sandi ini. KLB – 7 pernah digunakan oleh Fretelin di Timor. Satu mesin KLB – 7 berhasil dirampas oleh Perwira Sandi ABRI pada perang Timor Timur 1977.

- MESIN SANDI BC – 543
Dimensi
Panjang : 13,5 cm
Lebar : 12 cm
Tinggi : 11,5 cm
Berat
2,1 kg
Deskripsi
Mesin sandi ini merupakan mesin buatan sandi buatan Swedia, dibuat di Kota Stockholm mulai tahun 1930 dan digunakan oleh Belanda. Mesin ini adalah salah satu dari lima mesin jenis mesin yang diserahkan oleh pihak intelijen Belanda, NEFIS, setelah kedaulatan RI diserahkan oleh Belanda tahun 1949.

- MESIN SANDI CIPHER 8
Dimensi
Panjang : 22,3 cm
Lebar : 4,6 cm
Tinggi : 5,7 cm
Berat
2 kg
Deskripsi
Mesin sandi ini berbasis elektronik dan berukuran portable, mesin ini diproduksi oleh Inggris pada tahun 1970an.

- MESIN SANDI KRYHA STANDARD
Dimensi
Panjang : 25,5 cm
Lebar : 59 cm
Tinggi : 11,5 cm
Berat
6,2 kg
Deskripsi
Mesin sandi Kryha Standard merupakan mesin sandi yang dibuat oleh Alexander Von Kryha, ilmuwan Ukraina yang tinggal di Berlin pada tahun 1924. Mesin Sandi Kryha digunakan pada era tahun 1920-an sampai tahun 1950-an. Angkatan darat Amerika Serikat berhasil memecahkan pesan rahasia yang disandikan oleh mesin sandi ini dengan memakan waktu 2 jam 41 menit.

- MESIN SANDI HC – 520
Dimensi
Panjang : 24,5 cm
Lebar : 12,7 cm
Tinggi : 4,3 cm
Berat
1 kg
Deskripsi
Mesin yang diproduksi di negara Swiss mulai tahun 1977 ini dikatakan sebagai mesin sandi modern, merupakan mesin versi elektronik dari CD – 57 yang masih merupakan generasi mekanik. Mesin ini diproduksi sampai dengan tahun 1979 sebanyak 700 buah. Terdapat dua versi, yaitu versi militer yang berwarna hijau dan versi sipil yang berwarna putih krem, keduanya bercover hitam. Mesin ini mampu mengolah sampai 690 karakter dalam sekali input langsung.

- TELEGRAF
Dimensi
Panjang : 19 cm
Lebar : 8 cm
Tinggi : 5 cm
Berat
0,5 kg
Deskripsi
Dibuat pada tahun 1809 dan terus mengalami pengembangan. Pertama kali digunakan di Indonesia pada tahun 1855 dibawa oleh pemerintah Hindia Belanda. Pejuang merebut stasiun komunikasi telegraf yang ada dan mendirikan yang baru untuk mendukung pergerakan Sinyal Telegraf yang timbul secara elektrostatik dapat berarti huruf – huruf dalam abjad bisa dikirim melalui kabel yang dilengkapi dengan sirkuit melewati bawah tanah. Telegraf yang orisinil menggunakan 26 kabel, satu kabel mewakili setiap huruf dalam abjad.

- HC – 2203 (PSTN PHONE ENCRYPTOR)
HC-2203 adalah penyandi telepon PSTN, dikembangkan oleh Crypto AG (Hagelin) di Swiss dan diperkenalkan pada awal 2000-an. Alat ini dapat berhubungan dengan semua telepon di sebagian besar negara dunia. Alat ini juga kompetibel dengan HC-24×3 telepon GSM secure HC-2203 masih disediakan oleh Crypto AG (2011).
HC-2203 dapat menangani transmisi data yang aman pada kecepatan antara 2400 dan 19200 baud dengan RTS/CTS handshaking. Untuk panggilan suara full-duplex, kecepatan data antara 2400 dan 9600 baud dipilih secara otomatis, tergantung pada kualitas saluran telepon analog.
Untuk menginstall HC-2203 sangat mudah karena dapat digunakan pada hampir semua pengaturan analog yang ada. Semua koneksi berada di bagian belakang unit. Dari kiri ke kanan, ada konektor untuk AUX (update firmware), DATA (V.24 port serial), POWER (24V DC), LINE (analog PSTN) dan PHONE.
- MESIN SANDI CD – 55
Dimensi
Panjang : 12,8 cm
Lebar : 7,8 cm
Tinggi : 4 cm
Berat
0,3 kg
Deskripsi
Mesin sandi ini diproduksi oleh Swiss pada tahun 1955-an, bersistem mekanik dengan beberapa rotor didalamnya, dan merupakan generasi pertama dari tipe yang sama. Salah satu negara penggunanya adalah Vatikan.

- TELSY CRYPTOPHONE 7000
(Digitally Encrypted Telephone)
Cryptophone 7000 adalah telepon yang aman pada jaringan analog (PSTN), dengan enkripsi full digital dan dekripsi untuk suara dan data. Alat ini dikembangkan dan diproduksi pada tahun 1990 oleh Telsy di Turin (Italia) sebagai penerus generasi pertama KV-3000 series yang telah sukses. CR-7000 adalah solusi all in one dan hanya sedikit lebih besar dari pesawat telephone standar dengan tas warna hitam/putih dan memiliki antarmuka pengguna yang sangat jelas dan intuitif dengan 12 tombol dan layar LCD 2 x 40 karakter. Generasi ke-2 nya menggunakan teknologi Digital Signal Processing (DSP) dan hardware berbasis enkripsi. Alat ini pernah digunakan oleh beberapa negara dan pihak swasta hingga pada tahun 2005 digantikan oleh generasi ke-3, Cryptophone T3 yang masih tersedia hingga tahun 2012.

